Halaqah Fiqih Disabilitas: Pembukaan Halaqah Fiqih Disabilitas

Halaqah Fiqih Disabilitas: Pembukaan Halaqah Fiqih Disabilitas

Articles, Blog , , , , , , , , , , , 0 Comments


Assalamualaikum Wr.Wb. Alhamdulillahi rabbil alamin. Asshalatu was salamu ala anbiya-i wal mursalin Sayyidina wa habibina Muhammadin SAW. Amma ba’du Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. atas rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul pada acara pembukaan Halaqah Fiqih Disabilitas pada malam hari ini. Tidak lupa sholawat serta salam tercurah limpah ke junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW. Semoga kelak kita mendapatkan syafaat dari beliau. Aamin. Telah hadir bersama kita pada malam hari ini, Bapak Wahyu Widodo, S.S, M.Hum. selaku Koordinator Program Peduli Islam Inklusi, pun tidak lupa yang kami hormati Bapak Fadillah Putra, Ph.D selaku Ketua dari Pusat Studi dan Pelayanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Selanjutnya, yang kami hormati Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. selaku rektor dari Universitas Brwaijaya. Lalu, yang kami hormati Kiai Haji Najib Hasan selaku Ketua dari Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Serta, kami ucapkan terima kasih sesepuh, para kiai dan ulama yang telah menyempatkan hadir pada malam hari ini. Dan kami ucapkan terimakasih pada rekan-rekan media serta wartawan dan tidak lupa kami ucapkan selamat datang Bapak dan Ibu hadirin yang kami hormati pada acara pembukaaan Halaqah Fiqih disabilitas yang dilaksankan oleh Pusat Studi dan Pelayanan Disabilitas Universitas Brawijaya. Baiklah hadirin yang kami hormati, adapun susunan acara pada malam hari ini ini yang pertama akan dibuka oleh sambutan dari Ketua Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Brawijaya dan yang terakhir acara ini akan dibuka dan dipimpin doa oleh oleh Kiai Haji Najib Hasan. Baiklah sesat lagi acara akan segera dimulai, dan masuk acara yang pertama yaitu sambutan dari Ketua Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya, kepada yang terhormat Bapak Fadhila Putra, Ph.D Kami persilakan. Bismillahir-Rahmanir-Rahim. Allahamduillahirobilalamin. Assalamualaikum Wr. Wb. Yang saya hormati poro Kiai yang hadir pada forum malam hari ini, Profesor Muhammad Bisri rektor Universitas Brawijaya, Bapak Kiai Haji Najib Hasan selaku Ketua Lembaga Bahtsul Massail Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Dan para hadirin sekalian yang berbahagia. Pertama-tama kita ucapkan syuku kehadirat Allah SWT. karena malam hari ini kita masih diberi waktu, kesempatan dan semangat untuk hadir di forum ini dan tentunya mudah-mudahan apa yang kita lakukan dan kita laksankan dalam kegiatan ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi kita sendiri tapi juga bagi masyarakat pada umumnya. Tak lupa sholawat serta salam selalu kita curahkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam. Mudah-mudahan kita semua dapat syafaatnya di hari akhir nanti. Amin… Bapak ibu sekalian yang kami hormati, yang pertama perlu kita sampaikan bahwa bahwa mungkin bagi beberapa peserta yang ada disini Pak Rektor, Pak Najib ini adalah kesempatan yang kesekaian kali karena kegiatan pembahasan tentang Fiqih Disabilitas ini adalah rangkaian perjalanan yang cukup panjang, jadi mulai dari awal dulu kita melakukan FGD sekitar dua- tiga bulan yang lalu kalau saya tidak salah ingat. di dalam FGD ini kita mencoba untuk menggali persolan-persoalan apa sih yang yang kira-kira cukup potensial dihadapi oleh teman-teman penyandang disabilitas dalam hal menjalankan akitivas dalam beragama mulai dari masalah ritual, peribadatan, masalah muamalah dan sebagainya, empat komisi yang sudah kita bicarakan. Dari tabulasi itu ternyata cukup banyak sekali, dan kami dari panitia ternyata tidak menduga ternyata banyak persoalan-persoalan yang menjadi masalah yang ditemukan di lapangan. dan akhirnya rangkaian berikutnya kita melakukan survey. Kita datang ke beberapa lokasi untuk melakukan verifikasi langsung. Apakah betul permasalahan2 yang diungkapakan FGD itu memang benar-benar ada di lapangan atau itu hanya sifatnya dugaan-dugaan semata. Kita melakuakn survey di tiga tempat yang memang semauanya berada di jawa timur timur tapi harapanya nanti bisa luas lagi, di Kabupaten Sampang, Kabupaten Tulungagung dan Jombang. Dan dari survey yang kita lakukan kemudian kita mencoba untuk merangkum lagi, apa yang kita temukan di lapangan, persoalan yang kita temukan di lapangan dan apa yang sudah kita bicarakan dalam FGD. Hasil rumusan itu kita bahas dalam sebuah forum yang kita sebut dengan Pra-Halaqah. saya tidak tahu apakah ini sebuah kebetulan atau memang sudah dirancang oleh Mas Slamet Thohari, Pak Wahyu, pada proses itu berjalan terlaksana perhelatan dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama di Lombok dan salah satu poin yang dibahas pada saat itu, juga terkait dengan disabiltas, momennya pas betul pada saati itu dilakukan, dan kemudian tindak lanjut dari rangkaian ini, dipenghujung tahun ini, kita bicara puncaknya adalah pembahasan dari hallaqah ini, , dan mudah-mudahan dengan bimbingan poro kiai, terutama Kiai Najib, dan bapak ibu sekalian hasil-hasil apa yang sudah kita rumuskan baik dari rangkain kegiatan kondisi di lapangan dapat menjadi pegangan untuk dapat dijadikan bahan dasar untuk merumuskan sebuah kebijakan-kebijakan hukum tertentu untuk dapat dijadikan sebagi panduan bagi pengelola pengeloa lembaga pendidikan dan keagama di lapangan. Dari kami sendiri sebagai Pelayanan Studi dan Layanan Disabilitas, kita terus terang saja pak rektor meskipun tadi tadi sudah kita diskusikan Universitas Brawijaya ini masih sedikit atau bahkan mungkin satu dari sekian banyak universitas di Indonesia sudah melakuakn pendampingan terhadap disabilitas sudah melakuakn pendampingan terhadap disabilitas kendala yang kami hadapi utama adalah belum seratus persen penrimaan dari berbagai macam institusi untuk mau mengakomodir kebutuhan dari teman-teman penyandang disabilitas, sehingga dengan kegiatan ini, sebenarnya harapan kami kita semakin memperluas jaringan, kita semakin memperluas dukungan, , dan kita semakin percaya diri bahwa nanti misalkan ketemu dengan beberapa kaprodi yang menolak calon mahasiswa dengan alasan ini bahwa apa namanya ada justifikasi baik secara ilmiah maupun religius bahwa sepanjang tidak banyak menganggu dan banyak menurunkan kualitas dari lembaga pendidikan saya kira tidak ada salahnya, dan mudah-mudahan penerimaan dari lembaga pendidikan tinggi tidak hanya di Brawijaya tapi di Indonesia kedepan semakin baik. Saya kira demikian yang dapat kami sampaikan dan kami laporakan, kami akhiri, terima kasih. Waallulmuawafiqillaqwamithariq wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh. أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ كَيفَ تَكفُرونَ بِاللَّهِ وَكُنتُم أَمواتًا فَأَحياكُم ۖ ثُمَّ يُميتُكُم ثُمَّ يُحييكُم ثُمَّ إِلَيهِ تُرجَعونَ هُوَ الَّذي خَلَقَ لَكُم ما فِي الأَرضِ جَميعًا ثُمَّ استَوىٰ إِلَى السَّماءِ ثُمَّ استَوىٰ إِلَى السَّماءِ فَسَوّاهُنَّ سَبعَ سَماواتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيءٍ عَليمٌ وَإِذ قالَ رَبُّكَ لِلمَلائِكَةِ إِنّي جاعِلٌ فِي الأَرضِ خَليفَةً ۖ قالوا أَتَجعَلُ فيها مَن يُفسِدُ فيها وَيَسفِكُ الدِّماءَ وَنَحنُ نُسَبِّحُ بِحَمدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قالَ إِنّي أَعلَمُ ما لا تَعلَمونَ وَعَلَّمَ آدَمَ الأَسماءَ كُلَّها ثُمَّ عَرَضَهُم عَلَى المَلائِكَةِ ثُمَّ عَرَضَهُم عَلَى المَلائِكَةِ فَقالَ أَنبِئوني بِأَسماءِ هٰؤُلاءِ فَقالَ أَنبِئوني بِأَسماءِ هٰؤُلاءِ إِن كُنتُم صادِقينَ قالوا سُبحانَكَ لا عِلمَ لَنا إِلّا ما عَلَّمتَنا ۖ إِنَّكَ أَنتَ العَليمُ الحَكيمُ صدق اللَّهُ مولانا العظيم ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Terima kasih pada saudara Mahalli yang telah melantunkan ayat suci Al-Quran semoga kita semua senantian mendapatkan rahmat dari Allah Subahanahu wata’ala. Amin… Acara selanjutnya yaitu sambutan dari Rektor Universitas Brawijaya, kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. kami persilahkan. Bismililahiromahnirohim. Assalamualaikum Wr. Wb. Yang saya hormati Kiai Haji Najib Hasan dari Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama. para kiai, para hadirin hadirat yang kami mulaikan. Pertama-tama marilah kita panjatkan rasa syukur kita pada Allah SWT. yang sampai hari ini kita masih diberi kesehatan, kesempatan sehingga bisa menghadiri acara yang sangat fundamental pada malam hari ini yaitu Pembahasan atau Halaqah Fiqih Disabilitas. Mudah-mudahan kita semua senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Sholawat dan salam kita haturkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang mudah-mudahan beliau menuntun akhlak kita dan mendapat syafaat dari beliau. Saya atas nama Universitas Brawaijaya menyampaikan selamat atas terselenggaranya fiqih halaqah disablitas ini pada Pusat Studi dan Layanan Disablitas atau PSLD yang kerjasama dengan Pusat Studi Pesantren juga kerjasama dengan ehhh dari teman-teman YAKKUM dan TAF. mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan landasan dalam memahami disabilitas ke depan. Hadirin hadirat yang saya hormati, Islam memang hadir sebagai rahmat seluruh alam, ia tidak hadir untuk mebedakan atau mengklasifikasi atau membuat manusia dalam disksriminasi. Oleh karena itu, malam hari ini untuk pembahasan Fiqih Disabilitas saya kira sangat fundamental. Walaupun saya masih ingat waktu kita kecil dulu, sangat perhatian dengan teman-teman disablitas dulu, para orang-orang tuli, yang dulu sekolahnya di LSB (Sekolah Luar Biasa) ) tetapi alhamdulillah pada hari ini umat Islam sudah sangat memperhatikan tentang disbalitas ini. Meski baru kali ini, kita ngomong fiqih disabilitas tetapi kita tidak ada kata terlambat apa yang harus kita lakukan pada malam hari ini. Universitas Brawijaya ini telah menerima penyandang disabilitas sejak tahun 2012, jadi kita sudah cukup lama untuk menerima mahasiswa disablitas sejak 2012 sebagai langkah nyata dalam menerapkan UU Nomor 19 Tahun 2011. jumlah mahasiswa kita sampai hari ini sekitar 112 dimana proses penerimaan mahasiswa inklusi kita juga cukup seleketif, tidak hanya sekedar menerima tapi selektif akademik kita mesti harus lakukan. Oleh karena itu, mungkin dari sisi jumlah mahasiswa di UB yang hari ini sekitar 54.000 tidak ada 1% dari jumlah mahasiwa disabalitas. Tapi, alhmadulillah paling tidak kita sudah memperhatikan sejak tahun 2012, dan seluruh mahasiswa itu didampingi oleh satu satu pendamping. Jadi kalau ada 112 kita membutuhkan 112 pendamping, minimal itu, jadi itu harus kita siapkan. Nah apakah di fiqih itu juga membahas, diwajibkan satu teman-teman disabilitas harus didampingi satu pendamping? juga perlu dibahas juga saya kira. Kalau tidak ada pendamping rasanya susah. Dan tingkat kelulusan mahasiswa PSLD kita mahasiswa disablitas saya kira cukup bagus, hampir 90% semuanya berhasil Oleh karena itu, hadirat hadirin yang saya hormati, hari ini saya kira hari yang menggemberikan, Karena kami nanti akan punya landasan hukum fiqih, yang selama ini saya kira terkendala pada dekan, para ketua prodi yang tidak mudah untuk merneriama teman-teman disablitas, karena mereka kalau menerima itu itu rasanya nanti kalau tidak lulus itu mempengaruhi program studi. terutama di dalam akreditasi di masing-masing PS tapi di UB alhamdulillah sampai hari ini masih tidak banyak ketua-ketua prodi yang protes terhadap penerimaan kita. Selain UB menerima mahasiswa disablitas, yang harus kita perhatikan memang fasilitas. . Fasilitas itu penting, masih harus terus menerus kita lakukan pembenahan, kita lakukan fasilitas yang bisa memenuhi mereka. Saya pada suata saat agak terkejut karena ada laporan, mahasiswa disablitas mau sholat jumat di Masjid Raden Patah di UB itu, harus sampai diangkat karena tidak ada ramp-nya yang disiapkan oleh masjid tersebut. sehingga harus diangkat oleh teman-temannya. alhamdulillah kita sekarang memperbaikinya. Masih banyak fasilitas yang harus disiapkan dalam rangka melayani temen-temen disabilitas salah satunya adalah kami juga ingin menyiapkan rumah layanan disablitas, yang hari ini masih dikerjakan bangunannya, yang mudah-mudahan nanti dalam rangka dies natalis UB yang 55 itu sudah selesai. Bahkan juga temen-temen FILKOM sudah menemukan kursi roda yang elektrik yang bisa digunakan oleh temen-temen disabilitas. Nanti kami akan minta temen-temen PSLD untuk bisa mencari kursi itu dilimpahkan ke PSLD itu sebagai layanan temen-temen disabilitas. Sekarang juga kami siapkan mobil box yang dimodifikasi oleh temen-temen teknik elektro dan teknik mesin untuk menjadi mobil yang bisa dipakai oleh temen-temen disabilitas. Artinya bahwa kami di UB ini, sangat-sangat perhatian pada temen-temen disabilitas. Oleh karena itu, sudah selayaknya ini diberikan dasar fiqih. Biar nanti temen-temen program studi, KPS, dan dekan, ini loh sudah ada fiqihnya. Sudah tidak bisa meghindar lagi, bahwa semua itu adalah sebagai saudaranya. Saya kira itu, sambutan saya pada kegiatan ini, sekali lagi mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini senantiasa mendapatkan balasan dari Allah SWT. Sekian, terima kasih, wassalamu’alaykum Wr. Wb. Wa’alaykumussalam Wr. Wb. Acara selanjutnya dan yang terakhir pada pembukaan halaqah fiqih disabilitas pada malam hari ini, acara ini akan dipandu oleh Bapak Kiai Haji Najib Hasan yang akan membuka sekaligus menjadi pemimpin doa bersama pada malam hari ini, kepada Bapak Najib Hasan kami persilahkan. Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakathu Alhamdulillahi rabbil alamin.. Wabihi nasta’inu ‘ala umurid dun-ya wad-din. Was-shalatu was-salamu ‘ala anbiyai wa imamil mursalin. Sayyidina wa maulana wa habibina wa syafi’ina wa qurrati a’yunina Muhammadin SAW. Wa alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du. Hadlaratal mukarramin wal mukarramat. para sepuh bin sepuh, poro kiai, para hadirin hadirat yang kami hormati, wabil khusus Bapak Rektor Unibraw Universitas Brawijaya Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, dan Bapak Fadillah Putra, Ph.D, selaku direktur PSLD. Mas Amex, Mas Wahyu dan semua kiai yang tidak mungkin saya sebut satu per satu. Alhamdulillah wasysyukrulillah. pada kesempatan malam hari ini, kami ikut berbahagia bisa hadir dalam forum halaqah yang dibuka pada malam hari ini, yang insyaAllah sampai hari kamis, ya. saya sangat mengapresiasi betul terutama kepada Universitas Brawijaya, dalam hal ini Pak Rektor ini adalah satu-satunya perguruan tinggi yang punya PSLD. Ini yang saya kira sangat diapresiasi betul, mudah-mudahan kesempatan yang akan datang PSLD ini tidak hanya dimiliki oleh Brawijaya, tetapi juga dimiliki oleh perguruan-perguruan tinggi yang lain. Jadi kami berharap, Halaqah ini, ini sebagai langkah awal yang kami harapkan. Sebagai langkah awal, sebagaimana yang telah disampaikan, mulai FGD, meskipun kemudian pada awal november kami juga hadir di Jakarta sama dengan P3M, yang kemudian diangkat di Munas masalah disabilitas ini. Ini saya kira sebuah perkembangan yang luar biasa. Sehingga, kalau kita ini, kalau ke sekedar merujuk dari ayat-ayat Al-Quran kan terlalu banyak sebenarnya, bahwa tidak usah berkecil hati temen-temen yang kebetulan menyandang disablitas. Ayat yang sangat terkenal “Inna akramakum ‘indallahi atqakum” (Yang paling mulia di antara kamu adalah yang paling bertaqwa) yang dilihat oleh Allah paling mulai itu hanya ketaqwaannya bukan fisiknya. Hadist shahih lainya yangs sangat terkenal juga Innallaha la yandhuru ila shuwarikum wa amwalikum wa lakin yandhuru ila qulubikum wa a’malikum. Allah tidak akan memandang bentuk fisikmu dan harta bendamu, tapi yang dipandang adalah hati dan amalmu. Ini yang sebagai, sebagai satu penyemangat kita. Bahwa temen-temen disablitas ini, nggak usah berkecil hati. Di dalam ayat Al-Quran yang lain, ini juga ada, ada satu ayat yang bisa diterjemahkan lebih luas lagi juga termasuk menyangkut masalah disabilitas Alladzina yadzkuruna-Llaha qiyaman wa qu’udan wa ‘ala junubikum Jadi dalam dzikir ba’da sholat itu, berdiri, kalau tidak mampu, duduk (saja), Kalau tidak mampu (duduk), tidur miring. kalau masih tidak mampu ya disholati gitu aja, hehehe. Itu artinya apa, itu artinya banyak cara sebenarnya hanya saja sekian lama ini, mungkin ya nih tadi Pak Rektor sudah menyampaikan tidak ada kata terlambat Pak Rektor, nggeh. Jadi, kita juga ya pemerintah juga terlambat, udah rumit, sulit dan usul 2016, bahkan PP-nya juga masih dirembug. Sehingga, kami berharap, kami dari LBH bisa sangat mendukung sekali kali ini, dan kami juga kebetulan seminggu yang lalu ke Jakarta diundang oleh DMI (Dewan Masjid Indonesia). Terus tadi siang, tadi saya sempat telpon sekretaris DMI Jawa Timur, Pak Suherdi, “Sayangnya, saya kok ndak diundang.” (Kata Pak Suherdi) Ya pak saya juga gatau ini, intinya begini saya mohonlah, Dewan (Masjid) Indonesia kan ketuanya Pak JK. Pak JK ini jika kita push atau dorong pasti hasil ini nanti kita kirim ke, kita bantu nanti ya. Bantu komunikasikan dengan DMI, sehingga dewan masjid ini mempertimbangkan temen-temen yang penyandang disbilitas. Itu yang saya kira belum, jadi artinya kita ini sudah tidak masanya lagi mengolok-olok saja, tapi kita bergerak. Mari kita bergerak, inshallah wes mugi-mugi nggeh. Kebetulan kami juga masih merangkap sebagai ahli markomah, karena kami kebetulan ketua perhimpunan pemangku makam auliya’ se-Jawa. Lumayan ahli makom nisan gelarnya Sarkom, sarjana makam. Nanti kan teman-teman pengurus yang lain, masjid juga merupakan rahmat disabilitas. Intinya kami akan mencoba mensosialisasikan masalah ini, mendorong seluruh pihak untuk berempati. Dan disamping itu sikap kami, kalau bisa nanti 2018 juga dengan IAI Indonesia, Ikatan arsitek Indonesia. Karena arsitek ini saya kira masih belum tersentuh, kalau misalnya ini kalau kita bisa menilai dari kalangan Nahdliyyin masih sedikit sekali. Kalau misalnya arsitek ini dimasuki nilai-nilai Islam, betapa indahnya. Kalau misalnya bangun rumah itu gimana, WC nya menghadap kemana, nah kan begitu. Wah ini saya kira, apalagi arsitek rumah sakit, kebetulan saya anak saya kerja di rumah sakit, kita diskusi panjang, Ini misalnya tempat itu jangan sampai kepalnya ada di barat. Karena kalau di Barat itu gaada jalan lain untuk menghadap ke Kiblat. Nah, sekarang dewan masjid ini juga, kalau bisa nah para arsitek ini memikirkan teman-teman kita yang penyandang disabilitas. Sehingga, saya kira banyak pilihan-pilihan, jadi maka untuk kami insyaAllah nggeh, dari temen-temen LBM sendiri, kita akan mendorong terus semua pihak termasuk mensosialisasikan masalah ini dan diharapkan nanti bener-bener Undang-Undang No. 8 (tentang Penyandang Disabilitas) ini bener-bener dilaksanakan dengan baik. Dan saya tadi sudah ngomong sama pak rektor sangsi mungkin kurang tepat, lebih ke pendekatan. Kami juga, saya tadi cerita, bisik-bisik, tadi sampingnya Mas Amek kebetulan, ini bukan KKN mas, nggeh. Sama-sama dari Kudus hehe. Saya di Kudus ini juga, ada punya teman, yang juga penyandang disabilitas yang mulai kecil, yang mulai bayi itu tangan kanannya itu tidak ada. Dan saat ini, menjadi direktur salah satu perusahaannya grup indo grup dari Kudus. Artinya apa Artinya apa gausah berkecil hati, ya. Dan bahkan Mas Bambang, namanya dia, juga ketua Apindo, Jjadi harus bangga menjadi ketua Apindo bisa disandang oleh penyandang disabilitas. Mungkin satu ketika, saya bis kenal baik dengan beliau, karena saya sekretrisnya di Apindo. Nanti, kita check lah paling enggak, kepedulian sama-sama beliau penyandang disabilitas. Dengan kata lain, bahwa langkah nyata pertama yang nanti kita berharap bisa terus, bergerak terus, action terus dimana-mana mereka tetap berfikir, sehingga teman-teman kita yang dari penyandang disabilitas ini bener-bener terpenuhi hak-nya. Coba nanti pas mapping betul, artinya mana wilayah kita dengan pemerintah, yang mana kita dengan non-pemerintah misalnya yang dibahas di sini misalnya antara lain masalah haji, kali haji ini berarti domainya domain pemerintah. kali haji ini berarti domainya domain pemerintah. Kalau masjid kan tidak harus pemerintah kan. Masjid semuanya swasta. barangkali itu yang bisa kami sampaikan, sekali lagi saya sangat mengapresiasi acara ini. Jadi, harapan kami acara ini bisa berjalan dengan baik, lancar dan ehhhmm menghasilkan rumusan-rumusan yang betul-betul bermanfaat tidak hanya bagi temen-temen penyandang disabilitas tapi juga manfaat bagi semuanya terutama dari semua kalangan muslimin muslimat. Demikian dan semoga mendapat ridho, sebelum kita tutup dengan doa, dengan ucapan bismillahiromnirohim Halaqah Fiqih Disabilitas yang diselenggarakan oleh Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya ini kami nyatakan “dibuka”. (penceramah mengetuk mic tiga kali) (hadirin bertepuk tangan) dan diakhir dengan bacaan doa بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ سبحانك لا احاسيسنا عن عليك انت كما اثنيت اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ ، وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى ، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ اللهم صل على سيدنا محمد اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه اللهم اجعلنا واولادنا وذريتنا من اهل العلم ومن اهل القرآن ومن عبادك الصالحين ولا تجعلنا واياهم من اهل الظلم والضير … ولا عيبا الا اصلحت ولا امن الا فرجت ولا مرضا الا شفيت ولادينا الا قضيت ولا ضالا الا هديت ولا حاجة من حوئج الدنيا الا قضيت لاحول ولاقوة الا بالله حسبنا الله فينا ونعم الوكيل مقينا ونعم النصير هدينا وصل الله. على سيدنا محمد للنبي الامي واله وصحبه وبارك و سلم . والحمد. لله رب العالمين الفاتحة Dengan berakhirnya pembukaan serta doa bersama yang telah disampaikan oleh KH. Najib Hasan berakhir pula acara Pembukaan Fiqih Disabilitas pada malam hari ini. Acara ini insya Allah akan dilaksankan pada 19 hingga tanggal 21 Desember 2017. Sebelum masuk ke acara selanjutnya, saya persilahkan bapak dan ibu sekalian untuk menikmati coffee break yang telah disedikan oleh panitia. Saya ucapkan terima kasih atas segala perhatiannya, wassalamualaikum wr. wb. Saya informasikan pada temen-temen media untuk press confference ada di Ruangan Kenari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *